表示調整
閉じる
挿絵表示切替ボタン
▼配色
▼行間
▼文字サイズ
▼メニューバー
×閉じる

ブックマークに追加しました

設定
0/400
設定を保存しました
エラーが発生しました
※文字以内
ブックマークを解除しました。

エラーが発生しました。

エラーの原因がわからない場合はヘルプセンターをご確認ください。

ブックマーク機能を使うにはログインしてください。
2/3

1. Terlalu Pagi

...

..

.


-Bumi

-Indonesia, Jawa Barat, Bandung, SMAN * Bandung

-27 Juli 2020


...

..

.


(AR)"Huh? Eh? Ah... Cuman mimpi..." gumamku.

(AR)"..."

Ah iya... Aku baru sadar.

Aku sudah berada di dalam kelasku.

Bila melihat waktunya, sepertinya aku memang terlalu kepagian.

Wajarlah hari pertama sekolah lagi.

Takutnya telat, tapi ternyata tidak juga.

Aku pun menoleh kearah jam dinding yang berada di belakang kelas.

Aku juga mengecek suasana kelas yang ternyata masih juga tidak berubah.

(AR)"Yep, masih jam 6.05 pagi."

(AR)"Masih belum ada siapa-siapa juga yaa..."

Aku sudah berada di dalam kelasku sejak jam 6.

Karena tidak ada siapa-siapa maka aku memutuskan untuk beristirahat sebentar.

Lagipula aku pun masih cukup mengantuk.

Yah, bagaimana tidak?

Kebiasaan ku bangun pagi sudah tergantikan selama liburan kemarin.

(AR)"Keliatannya aku masih terlalu cepat terbangunnya..." gumamku.

Tapi aku sudah tidak terlalu merasa mengantuk sih..

Tapi...

(AR)"Hmm... Lanjut lagi aja apa ya?"

...

Oke, sudah kuputuskan.

Lanjut tidu... Uh, bukan.

Lanjut istrahat sebentarnya.

HEHEHE XD


...

..

.


(AR)"..."

Ah, akhirnya aku terbangun lagi.

Tapi tanpa mimpi yang aneh-aneh sih.

Kali ini lebih normal, hahaha.

Aku pun mengecek kembali jam dinding yang ada di belakang kelas.

(AR)"Hoo, jam 6.15? Lumayan lah, udah gak kerasa lagi juga ngantuknya."

Aku juga kembali mengecek lagi suasana kelas yang sekarang dan ternyata masih juga belum berubah.

(AR)"Tumben, biasanya jam segini udah mulai pada dateng, sekarang masih cuman aku sendiri, hmm..."

Ya, di sekolahku ini pelajaran biasa dimulai pada jam 6.30 pagi.

Makanya biasanya di jam sekarang harusnya kelasku ini sudah mulai ramai.

Apalagi siswa-siswi yang rumahnya cukup jauh dari sekolah, biasanya merekalah yang paling pagi di sekolah.

Tapi sekarang tidak seperti itu.

(AR)"Ada yang aneh..."

Hmm...

Ah! Apa jangan-jangan hari pertama sekolahnya diundur?

Wah, gawat!

Eh? Tapi aku tidak mendapatkan kabar pengunduran harinya, kalaupun memang benar diundur...

Hm... Kita coba cek grup chat, email, dan tempat-tempat pengabaran berita sekolah dan kelas yang lainnya dulu.

Saat aku tengah sibuk mencari kabar yang aku maksud di berbagai platform itu, tiba-tiba...

Klek, ada yang membuka pintu kelas.

Aku yang masih sibuk mencari kabar itu dengan kepala berada di atas meja dan masih berfokus pada layar HP-ku, refleks menoleh kearah pintu kelas yang perlahan terbuka itu.

(AR)"Hm?"

(AR)"..."

(AR)"Eh? ... Siapa?" gumamku.

Siapa perempuan itu?

Aku tidak mengenalnya.

Aku bahkan sepertinya memang belum pernah bertemu dengannya.

Tapi aku merasa sedikit familiar dengannya.

Uh mungkin aku pernah melihatnya di suatu tempat?

Dari iklan mungkin?

Hm... Entahlah...

Kalaupun benar ia seorang bintang iklan, aku harusnya sudah bisa langsung mengenalinya.

Tapi sepertinya bukan.

Ia masih berdiri disana setelah membuka pintu itu.

Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulutnya.

Ia hanya memandangiku sambil tangannya masih memegang gagang pintu itu.

Ia kelihatannya seumuran denganku.

Lucunya, ia terlihat sangat cocok dan imut menggunakan seragam dari sekolah ini.

(AR)"Ah!"

Mungkin dia siswi pindahan!?

Benar juga, apalagi sekarang masih awal semester.

Sangat normal apabila dia memang seorang siswi pindahan, kan?

Ah, mungkin dia sedang mencari-cari kelasnya?

(??)"Ah, h-halo, ma-maaf mengganggu! Maukah k-kamu mem-membantuku?" ucapnya dengan sedikit tersipu malu dan sudah berada di depanku.

Aku yang dari tadi masih memerhatikannya dan tenggelam dalam pikiranku, refleks kaget karena ia tiba-tiba berada di dekat mejaku dan meminta bantuanku.

(AR)"Eh? Ah! I-iya, ada apa?"

(??)"Aku yakin hanya kamu yang bisa membantuku..." ucapnya sambil menundukkan kepalanya

Dari sikap yang ditunjukkannya membuatku sedikit penasaran.

(AR)"Ah, okee? Memangnya ada apa? Mungkin aku memang bisa membantumu..."

Sesaat setelah aku selesai mengatakan itu, ia pun tersenyum lebar sambil berkata...

(??)"Terima kasih! Aku tahu kau pasti mau dan bisa membantuku!"

(??)"Jadi sekarang, tolong, tolong selamatkanlah aku dan duniaku!"

(AR)"Eh? Huh?"

(AR)"..."

(AR)"EEEEEHHHHH!?"


...

..

.


- daimaru3246

評価をするにはログインしてください。
この作品をシェア
Twitter LINEで送る
ブックマークに追加
ブックマーク機能を使うにはログインしてください。
― 新着の感想 ―
このエピソードに感想はまだ書かれていません。
感想一覧
+注意+

特に記載なき場合、掲載されている作品はすべてフィクションであり実在の人物・団体等とは一切関係ありません。
特に記載なき場合、掲載されている作品の著作権は作者にあります(一部作品除く)。
作者以外の方による作品の引用を超える無断転載は禁止しており、行った場合、著作権法の違反となります。

この作品はリンクフリーです。ご自由にリンク(紹介)してください。
この作品はスマートフォン対応です。スマートフォンかパソコンかを自動で判別し、適切なページを表示します。

↑ページトップへ